Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan tsunami yang melanda kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) masih meninggalkan duka yang mendalam.
Gelombang tsunami tersebut meluluh lantahkan pesisir kota Palu.
Jeritan dan teriakan masyarakat begitu memprihatinkan ketika melihat terjangan ombak besar datang.
Nurrani, perempuan yang viral kerena mengaku jadi 'istri' Iqbal Ramadhan menjadi salah satu korban dalam bencana besar tersebut.
Empat hari berlalu, Nurrani membagikan konsisi terbarunya disana pada kemarin malam.
Melalui Instagram story di akunnya @nurrani_r memperlihatkan suasana yang cukup menyayat hati.
Di video pertama ia memperlihatkan hanya satu sumber cahaya atau penerangan ditempat pengungsiannya.
Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan tsunami yang melanda kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) masih meninggalkan duka yang mendalam.
Gelombang tsunami tersebut meluluh lantahkan pesisir kota Palu.
Jeritan dan teriakan masyarakat begitu memprihatinkan ketika melihat terjangan ombak besar datang.
Nurrani, perempuan yang viral kerena mengaku jadi 'istri' Iqbal Ramadhan menjadi salah satu korban dalam bencana besar tersebut.
Empat hari berlalu, Nurrani membagikan konsisi terbarunya disana pada kemarin malam.
Melalui Instagram story di akunnya @nurrani_r memperlihatkan suasana yang cukup menyayat hati.
Di video pertama ia memperlihatkan hanya satu sumber cahaya atau penerangan ditempat pengungsiannya.
"Kalau mau kirim bantuan jangan cuma di kota Palunya, ke daerah dolo juga. Kita disini butuh bantuan semua serba menipis," tulis Nurrani.
Tak lama kemudian Nurrani pun meunggah video kembali.
Nurrani tampak tak kuasa sehingga meneteskan air matanya dengan cobaan yang menimpa dirinya.
Dalam keadaan tak ada cahaya, hanya bermodal cahaya dari handphonenya, Nurrani mengungkapkan rasa sedihnya itu.
"Saya tidak mampu ini begini, tidak mampu."
Nurrani juga mengatakan jika orang-orang disana menjadi lebih parno alias ketakutan jika melihat anak-anak berlari, padahal hanya sebatas bermain.
"Disini itu sedikit-dikit gempa, sedikt-sedikit lari, susah jelaskan. Kalo ada anak-anak kecil lari kita juga ikut lari, kita kira gempa, padahal anak-anak cuma bermain," tuturnya.
"Kalau mau kirim bantuan jangan cuma di kota Palunya, ke daerah dolo juga. Kita disini butuh bantuan semua serba menipis," tulis Nurrani.
Tak lama kemudian Nurrani pun meunggah video kembali.
Nurrani tampak tak kuasa sehingga meneteskan air matanya dengan cobaan yang menimpa dirinya.
Dalam keadaan tak ada cahaya, hanya bermodal cahaya dari handphonenya, Nurrani mengungkapkan rasa sedihnya itu.
"Saya tidak mampu ini begini, tidak mampu."
Nurrani juga mengatakan jika orang-orang disana menjadi lebih parno alias ketakutan jika melihat anak-anak berlari, padahal hanya sebatas bermain.
"Disini itu sedikit-dikit gempa, sedikt-sedikit lari, susah jelaskan. Kalo ada anak-anak kecil lari kita juga ikut lari, kita kira gempa, padahal anak-anak cuma bermain," tuturnya.



